Di Galaksi bersama Adam
Di luar, gerimis telah bermutasi menjadi hujan. Di sini aku sibuk bercengkrama dengannya via telepon, penggal demi penggal kata-katanya menyesap selembut serat kapas masuk ke dalam pendengaran. Sekali kukatakan padanya, "Beruntung, aku sempat mengirim seikat senja tadi sore padamu. Sebab langit akhir-akhir ini cengeng." Lalu terdengar tawanya di seberang sana. "Dasar penyair. Kamu, selalu membuatku jatuh cinta." Balasnya. AKu berdehem, "Maaf aku bukan penyair, berapa kali harus kukatakan padamu hati-hati kalau bicara?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar