"Ketika partikel-partikel kalimat tidak lagi bermakna di pendengarnya, barangkali akan bermakna di penglihatannya" -Riani'yaya'Kasih-
Jumat, 14 Januari 2011
-sabtu biru-
Ini ketika bening embun mengilau sebab dikecup pagi yang basah telah,
pada kelopak surya mengedip, lalu menebar benih jingga
pada cinta yang ambigu oleh rindu yang prematur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar