"KUTIPAN"
Jika kamu mau satu, jangan ambil dua. Sebab satu menggenapkan sedang dua mengganjilkan"
Dan aku percaya, pepatah bukan sekadar kembang gula susastra. Diperlukan pegalaman pahit untuk memformulasikan. Diperlukan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang di tepian. Diperlukan orang yang jatuh dulu kemudian ditimpa tangga. Diperlukan sebelanga susu hanya untuk dirusak nila setitik.
"Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi?"
"Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak. Dan saling menyayang jika ada ruang. Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tidak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu."
"Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tidak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayag."
"Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring."
-Dee, dalam Filosofi Kopi-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar